Jumat, 19 Agustus 2016

THE POWER OF NIAT

Seringkali hati ini gelisah. Jelas kita sendiri tidak memiliki masalah, tapi kenapa batin ini sesak rasanya. Banyak faktor penyebab resahnya hati. Diantaranya mungkin karena niatan yang salah. Coba kita lihat berapa orang yang menyekolahkan anaknya di sekolah favorit, namun mereka kesusahan belajar. Berapa sarjana yang kuliah panjang penuh perjuangan, namun ketika lulus mereka bekerja tak sesuai dengan harapan. Seharusnya kita sadari dari awal, kita benahi niat. Untuk apa sebenarnya sekolah itu. Adalah kesalahan jika kita sekolah / kuliah dengan alasan agar mendapat pekerjaan. Ini merupakan contoh menghapus kegelisahan dengan menambah kegelisahan lainnya.Dari sini kita sebaiknya memulai, darimanakah riski kita berasal. Jika kita berjualan apakah dagangan kita ini halal? apakah dagangan yang kita jual ini bermanfaat? Apakah di dalam pekerjaan ini ada hal yang tidak baik? Sebaiknya kita fahami dari sini. Setelah itu kita perbaiki.Coba sebentar kita tengok, banyak keluarga disana yang tidak kaya, sekolahnya tidak favorit, tetapi ilmu masuk dan dicerna dengan gampang. Ini pastilah keluarga yang si orang tua selalu menempatkan ibadah di segala kegiatannya. Si ayah bekerja ikhlas dengan memberikan manfaat kepada banyak orang, si ayah bekerja melayani masyarakat dengan tujuan ibadah. Karena keihlasan si ayah yang
setiap harinya memberi makan yang halal kepada keluarganya, maka hidayah Allah datang bersama dengan jalannya riski yang mungkin kurang secara akal. Tetapi Allah turut serta di dalam riski yang halal. Maka ketenangan keluarga yang didapat. Si anak belajar dengan tenang dan nyaman, sehingga ilmu apapun mudah di terima. Ini adalah sekilas cerita tentang BAROKAH.

Dan inilah sedikit pesan mengenai THE POWER OF NIAT.

Sabtu, 20 Februari 2016

Bagaimana cara kita bermimpi dan berkeinginan?

Pertama saya sering disebut mas gasta oleh orang-orang dan ini adalah brand terkecil saya yang akan meluas di atas permukaan bumi. Karena gasta adalah bagian bawaan yang dibawa semenjak saya lahir. Dari nama inilah saya akan berbagi bagaimana mengembangkan keinginan. Bukan meraih impian atau kesuksesan. Flashback sebentat Karena sewaktu saya SD kelas 4 bapak wali kelas disekolah (Bapak Cipto) mengatakan raih prestasi, itulah sebab saya menjadi juara 3 besar. Saat ini saya memiliki pengertian ternyata impian atau kesuksesan adalah suatu hal yang harus diraih. Itulah pemikiran SD saya. Namun kondisi awal dewasa saya mengatakan, "Oh, ternyata impian dan kesuksesan itu jauh, mereka tidak berada di depan mata, mereka belum pernah tersentuh, bagaimana bisa sebuah impian atau kesuksesan itu dekat. Logikanya saya sebagai pria menyukai wanita, doi teman sekelas, doi setiap hari ketemu, dan saat kenaikan kelas saya berjanji untuk mengutarakan perasaan saya, dengan harapan dia menerima dan menjadi pacar saya. Namun, suatu waktu sebelum kenaikan kelas si doi jadi pacar teman saya. So, apa yang kita lihat, bahkan setiap hari, dan apa yang nyata jelas wujudnya, bahkan satu kelas dengan saya, sekarang menjadi amat sangat tidak mungkin untuk saya miliki. Thats right, perlahan saya mencerna impian dan kesuksesan adalah sesuatu yang biasanya belum tersentuh oleh kita, dia goib di masa akan datang, dari analogi si doi yang sudah bukan menjadi milik saya, maka saya mengartikan kalau doi yang setiap hari saya lihat, doi yg setiap hari satu kelas, namun si doi tak dapat diraih, si doi akhirnya direlakan". Begitulah, impian yang direlakan pasti sudah pernah dirasakan oleh seumuran saya (24 tahun).

Impian berada di masa depan, akan segera terwujud berbanding lurus denganbusaha kita. Bagaimana mungkin kita memiliki mobil mewah jika pendapatankitatiap bulan adalah 1/1000 harga mobil. Itubartinya 1000 bilan kita bekerja untuk medapatkan mobil.
Bagaimana mungkin mendapatkan rumah di kota Malang yang harganya 200kk jika pendapatan bulanan adalah 1/100 dari harga rumah. Itu artinya butuh 100 bulan atau sekitar 10 tahun penuh pendapatan kita ditukar dengan rumah.

Sampai disini dulu bahasan kita. Sekarang kita dapat gambaran bagaimana kita bermimpi, apa keinginan kita, dan waktu-waktu untuk mencapai impian. Setidaknya kita tahu kalau mimpi itu harus dihitung. Semangat yang usianya belum genap 30 tahun dan lebih rajin serta cerdas untuk yang usianya belum genap 40 tahun, dan buat yang usianya belum genap 50 / 60/ 70 tahun saya rasa tulisan saya ini hanya sekedar media silaturahmi.

Salam hangat dari mas gasta :-)

Rabu, 05 November 2014

Menjadi Diri Sendiri bukan Berarti EGOIS.

Kakak senior biasanya memotivasi untuk menjadi diri sendiri.
Bapak motivator biasanya memotivasi untuk menjadi diri sendiri.
Adek SMA kelas 3 biasanya memotivasi untuk menjadi diri sendiri.
TUKANG SERABUTAN biasanya memotivasi untuk menjadi diri sendiri.

Menjadi Diri Sendiri bukan Berarti EGOIS.
Ini aku adanya dan inilah aku.
Bukan seperti itu.
dikaitkan dengan kalimat "TUNTUTLAH ILMU SAMPAI KE LIANG LAHAT" adalah PERINTAH bagi kita yang menganut kalimat tersebut untuk berubah.

Dahulu sewaktu saya SMS, ups salah ketik, dahulu sewaktu saya SMA atau saat awal kuliah, saya sering mendengarkan dan menghormati banyak orang (Manusia, Guru, Dosen, Senior, Artis, Motivator, dll), tapi setelah mereka terjangkit kasus di mata saya sendiri (baca : kasus egois), maka rasa hormat saya kurang dan cenderung ingin membinasakan mereka.
Pada intinya saya ingin berkata bahwa menjadi diri sendiri itu bukan berarti menjadi egois.
Senior Organisasi islam seperti KAMMI, HMI, PMII merasa bangga dengan organisasinya masing-masing. Manusianya bangga dengan diskusi antar organisasi. Ditengah diskusi pasti ada saling menyalahkan. Ibarat dalam kehidupan kita itu saudara seagama. Kita adalah muslim yang satu, kenapa para senior saya saling tikam.
Akhirnya saya berfikir kritis, APA INI?
apakah mereka yang menikam saudaranya adalah sama seperti anjing?
oh tidak, mereka tidak sama seperti anjing, walaupun sering terlihat anjing berjalan sendiri-sendiri, namun anjing tak menggigit anjing lain.
Apakah mereka mirip Srigala yang merupakan lambang pengkhianatan dan sesumbar di saat tertentu? you know lah.
Oh, mereka bukan anjing atau srigala, tapi apa ya??? Di mata saya yang jelas mereka yang menjatuhkan saudara (semuslim) dua kali lebih buruk daripada anjing atau srigala.

"TUNTUTLAH ILMU SAMPAI KE LIANG LAHAT"

Bukankah kita disuruh menuntut ilmu, kuliah yang bener, kenapa ikut organisasi murahan yang sok memiliki surga? BUKAN ORGANISASINYA YANG SALAH, TAPI ORANGNYA YANG SALAH, HITAM PEKAT SEPERTI SEKANTONG DARAH KOTOR MENGGUMPAL DAN DITEKAN DENGAN KERASNYA!!! MEREKA BERHAMBURAN DITENGAH BENDA LAIN!!! MERASA BANGGA, MERASA BENAR, DAN PARAH JIKA MERASA DIRINYA ADALAH SATU-SATUNYA GOLONGAN YANG DIBENARKAN TANPA MEMANDANG SAUDARA SEIMAN LAINNYA.

Kita menjadi diri sendiri, belajar mengerti penciptaan langit dan bumi, belajar tentang tauhid, dan tidak memandang sebelah lainnya.

Tujuan Umum saya HIDUP.

Okeh bray, kita ngomongin yang ringan-ringan aja.
Jadi begini, biasanya setiap orang punya tujuan, orang sepertiku pun punya tujuan.
Lantas apa tujuanku?
Mau tahu?
Mau tahu aja atau mau tahu banget??
Kebanyakan ngomong emang bikin sebel. that's right.
Bisanya setiap manusia punya tujuan untuk sejahtera.
Bagaimana itu?

Baik sekarang aku kasih gambarannya.
Saya kaya maka saya bahagia.
Saya punya istri cantik saya bahagia.
Saya punya rumah gedung volume besar pun pasti bahagia.

Dan semuanya hanya tentang materi.
Apakah harus semuanya tentang materi?
Ternyata saya sendiri cenderung menjawab "IYA".
Semuanya hanya tentang materi.

Seandainya saya sakit maka saya pasti lebih bahagia jika sakit saya dibarengi uang yang lebih. Dan saya sedikit kecewa jika sakit dan tidak memiliki uang untuk berobat. Dan saya lebih miris jika saya sakit didampingi oleh hutang. BAGAIMANA JIKA SAYA WAFAT BERSAMA HUTANG!!!

Problem kedua, atau problem ke berapapun pasti hasilnya sama. Artinya kita berproblem akan lebih bahagia bersama uang dibandingkan dengan kita berproblem tanpa uang.


Dari tulisan saya diatas temen-temen pasti bisa simpulkan sendiri seperti apa.

Sekarang apa tujuan saya?
Tujuan yang saya maksud adalah lebih umum.
Sewaktu saya masuk kuliah di Universitas Brawijaya, tujuan saya adalah mengerti dan menjadi ganteng. Keren g sih tujuan kayak gitu?
Lucu gak sih tujuan kayak gitu?
Normal g sih tujuan kayak gitu?
Android g sih tujuan kayak gitu?
APAHHH FREAK???
Dalam proses itu banyak hal terjadi yang kemungkinan kecil akan saya tulis beberapa hal mengenai tujuan saya dalam blog ini
Dengan tujuan menjadi ganteng banyak hal yang dipelajari dan mempelajari pencapaian menjadi ganteng itu lebih kompleks daripada belajar himpunan dan logika? what, what the???

Apakah saya sekarang ganteng?
hahah,,
jawabannya bisa iya bisa benar.

Tapi tujuan sebenarnya tentang materi ini adalah "MATERI".
Tujuan ganteng ini nantinya, SEGERA, adalah menjadi "#BERKELAS" yang akan saya bahas di kemudian hari.

Kamis, 23 Oktober 2014

Cowok saat Bayar di depan Cewek (Bukan Komedi).

Pernah gak sih kita punya pacar? sebenarnya sih ini bukan masalah, cuman ngajak kita merenung.
kalau punya pacar biasanya gengsi, malu buat bilang gak punya uang. atau biasanya sewaktu jalan si cowok yang bayarin.
nah ini saran saya bat para pasangan.
BIASAKAN BAWA DUIT PAS!!!
jangan karena gengsi ma pacar (cewek) terus kita bayar sesuatu yang nominalnya tidak lebih dari Rp. 10.000 tapi kita bayar pakek uang Rp. 100.000 tunai.
menurutku se kalau memang kita gak ada uang kecil, maka saran saya minta aja duit si cewek buat bayar. atau kalo memang pengen pamer dan sok-sokan ngebayarin pakek duit gede bawa aja pacar elu k toko perhiasan kek, atau mana lah yang tempatnya uang ratusan ribu sering mangkal. Jangan di tempat peredaran uang kecil, lantas sampean bayar pakek duit biru atau merah.
DUIT SEGITU TEMPAT MINIMALNYA DI CAFE TAUKKK!!!!!!

Pengunjung AgaSta Gantheng

free counters

Entri Populer Blog Ini